Tradisi juara yang kental dengan denyut keseharian Persib Bandung di hajatan Kompetisi Super League, jadi pintu masuk mendaratnya pemain-peman hebat.
Itu ditandai dengan bergabungnya Saddil Ramdani. Pemain yang selalu diburu tanda tangannya itu sejak era Robert Alberts, akhirnya bisa menjadi tulang punggung Persib.
Saddil pun tidak ragu lagi melebur dengan Persib. Karena di tangan Bojan Hodak, Persib sudah menjelma jadi klub yang menakutkan lawan-lawannya.
Teristimewa, dipoles Bojan Hodak, jalan Saddil memeluk trofy juara Super League untuk pertama kalinya dalam karir sepakbolanya selama ini, terbuka sangat lebar.
Persib, meski ditinggalkan 11 pemain utamanya, 8 pemain asing dan 3 lokalnya, tetap diperhitungkan sebagai tim besar. Tetap dikandidatkan jadi tim juara musim ini.
Karena Persib mendapatkan pemain pengganti great A. Pemain dengan kualitas olahbola hebat. Yang servisnya, bisa menutupi lobang yang ditinggalkan pemain yang hengkang.
Itu sebabnya, meski Persib terhenti di fase grup turnamen Piala Presiden 2025. Dan hanya mencetak satu gol dari dua laga wajibnya, tidak ada yang percaya, Persib bakal kehilangan kekuatannya.
Tidak ada yang berani berasumsi prestasi Persib di kompetisi Super League, bakal terjun bebas, pasca ditinggalkan Ciro Alves dan kawan-kawan.
Justru banyak yang percaya mendaratnya Saddil Ramdani dan Patricio Matricardi dan kawan-kawan, bakal membuat tongkrongan Persib semakin sangar.
Karena di musim ini, semua pemain asing dan lokal anyar adalah pilihan asli Bojan Hodak. Yang diburu sejak Januari silam. Jauh sebelum Persib meraih back to back champions.
Para pemain anyar yang terpilih, dipercaya pelatih berpaspor Kroasia itu, adalah pemain yang dicarinya dan dibutuhkannya selama ini untuk membuat prestasi Persib semakin hebat.
Mereka, para pemain anyar yang menghabiskan belanja klub sebesar 46,5 milyar, diyakini Bojan Hodak, bisa menjalani langgam permainan yang akan dikembangkannya di musim ini.
Karakter permainannya sesuai dengan rancang bangun yang sedang disiapkannya. Dan bakal dimatangkan dalam training camp selama 10 hari di Thailand, kiblatnya sepakbola Asia Tenggara.
“Para pemain anyar yang kami datangkan yang terbaik yang bisa menjalankan pola permainan yang kita siapkan untuk kompetisi Super League dan ACL2,”
Terbukti dalam lima hari berlatih, performa Persib di turnamen pramusim Piala Presiden tidak mengecewakan. Gravik permainnannya terus meningkat.
Digenjot dan diberi lawan sepadan melawan klub-klub Liga Thailand, di training campnya, bakal membuat performa Persib makin kompetitif saat terjung di Kompetisi Super League.
Ujungnya, mesin tempur Persib diskenariokan bakal terus menderu untuk memangsa lawan-lawannya. Melenggangkan dominasi Persib sebagai penguasa kompetisi kasta tertinggi Indonesia.
Sekaligus memenuhi targetnya: mencetak hattrick juara Super League. Menorehkan sejarah jadi tim pertama Indonesia yang bisa meraih trofi Super League tiga kali beruntun.
“Persib tim besar Indonesia dengan militansi bobotohnya yang luar biasa. Dikenal sebagai klub juara. Saya tahu bagaimana harus terus menjulangkan prestasinya di liga domestik dan Asia,” bilang Luciano Guaycochea.
Persib tim ambisius yang tidak mau berkompetisi tanpa gelar juara. Itu menggambarkan betapa tingginya level Persib, bukan cuma di Indonesia tapi juga Asia.

